Jumat, 18 November 2011

Pangsit Apel Kismis

Kategori Masakan : Masakan Indonesia

Perkiraan Waktu Pembuatan : 45 Menit

Bahan-Bahan :
20 lembar kulit pangsit goreng
Minyak goreng

Adonan Isi:
75 gram gula pasir
1 sendok makan gula palem
½ sendpk teh kayumanis bubuk
1 sendok teh air jeruk lemon
400 gram daging buah apel, potong kecil
2 sendok makan kismis
10 gram NESTLÉ Cornflakes
1 sendok makan MILO

Cara Mengolah :


1. Adonan Isi: Masak gula, gula palem, kayu manis dan air jeruk hingga mendidih.
2. Masukkan potongan apel dan kismis, masak sebentar hingga layu. Angkat.
3. Tambahkan MILO, aduk rata, dinginkan.
4. Tambahkan NESTLÉ Cornflakes aduk rata.
5. Isi tiap lembar kulit pangsit dengan 1 sendok teh penuh adonan Isi, lipat bentuk segi tiga.
6. Rekatkan sisinya dengan olesan air.
7. Goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan.
8. Sajikan hangat.


Tips:
- Gunakan apel yang renyah dan agak asam sedikit seperti apel Fiji, apel Manalagi atau Granny Smith.
- Untuk kulit pangsit, belilah jenis kulit pangsit untuk pangsit goreng agar renyah.
Jangan menggunakan kulit pangsit untuk pangsit rebus.


Informasi Nutrisi:
Kalori: 68 Kal
Protein: 0.44 gr
Karbohidrat: 9.7 gr
Lemak: 3.31 gr
Serat: 0.68 gr
google.com

Penerapan Etika dalam Dunia Bisnis di Era Perdagangan Bisnis

1.Berilah contoh penerapan etika dalam dunia bisnis diera perdagangan bisnis saat ini ?
2.Bagaimana pendapat saudara terhadap pernyataan kompetisi adalah konsep mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Bagaimana pendapat saudara ?
3.Sebutkan contoh penerapan dari prinsip-prinsip GCG pada BUMN ?
Jawab:
1.
a. Tidak melakukan penyogokan atau suap: Yaitu memberikan sesuatu yang berharga dengan tujuan mempengaruhi tindakan seorang pejabat dalam melaksanakan kewajiban publik. Suap dimaksudkan untuk memanipulasi seseorang dengan membeli pengaruh. ‘Pembelian’ itu dapat dilakukan baik dengan membayarkan sejumlah uang atau barang, maupun ‘pembayaran kembali’ setelah deal terlaksana.
b. Menghindari tindakan pemaksaan: Merupakan tekanan, pembatasan, dorongan dengan paksa menggunakan jabatan atau ancaman untuk memaksakan kehendak. Tindakan pemaksaan ini misalnya berupa ancaman untuk mempersulit kenaikan jabatan, pemecatan, atau penolakan terhadap seseorang.
c. Tidak memberikan informasi palsu (Deceptive information): Yaitu memberikan informasi yang tidak jujur untuk mengelabuhi atau menutupi sesuatu yang tidak benar.
d. Tidak Mencuri dan penggelapan: Tidak hanya di bidang politik dan militer, di dalam bidang bisnis pun sudah ada kegiatan spionase. Fei Ye, (37 th), and Ming Zhong, (36 th) ditangkap polisi Amerika dengan tuduhan telah mencuri rancangan microchip dan rahasia perusahaan dari perusahaan komputer Sun Microsystems Inc., NEC Electronics Corp., Transmeta Corp. dan Trident Microsystems Inc. Mereka ditangkap di airport San Fransisco saat akan terbang ke negeri Cina.
e. Tidak melakukan tindakan diskriminatif, yaitu perlakuan tidak adil atau penolakan terhadap orang-orang tertentu yang disebabkan oleh ras, jenis kelamin, kewarganegaraan, atau agama.

2. Menurut saya, siapapun yang berhasil karena hasil dari menghancurkan musuh adalah konsep kompetisi yang tidak baik. Sebab mereka yang seperti itu artinya tidak mengunakan kemampuan yang diberikan oleh Tuhan yaitu berupa akal sehat dan kemampuan berpikir untuk menciptakan strategi dan cara-cara yang baik dalam menangani lawannya. Karena kompetisi yang baik adalah yang menggunakan akal sehat,persaingan sehat pula. Bukan menaklukan musuh dengan cara menghancurkannya menggunakan kekerasan, penipuan dan tindakan menghancurkan lainnya.

3. contoh penerapan dari prinsip-prinsip GCG pada BUMN:
a. Tell the truth. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip pengungkapan (disclosure) dan transparansi, seorang pemimpin harus mampu mengatakan apa adanya dan lugas dalam bertindak.
b. Keep your promise. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip pertanggungjawaban (responsibility) dan akuntabilitas, seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas segala yang dilakukan dan dapat diandalkan dan dipercaya.
c. Be fair. Sebagai perwujudan dari pelaksanaan prinsip kewajaran (fairness) dan kemandirian (independency), seorang pemimpin dituntut untuk memperlakukan secara adil semua kepentingan dan berdiri di tengah-tengah seluruh kepentingan stakeholders (tidak memihak).