Rabu, 20 Juni 2012

agar elektronik awet

AGAR BARANG ELEKTRONIK AWET Bagaimana cara merawat barang-barang elektronik kita seperti ponsel, dvd player, LCD, iPod dan printer supaya lebih awet? Berikut tipsnya. DVD Player Rata-rata ketahanan: Empat hingga lima tahun Cara Perawatan:Usahakan diletakkan dalam temperatur ruangan. Usahakan jangan menumpuk komponen elektronik di atas atau di bawah DVD player, dan usahakan diletakkan di tempat yang tidak berantakan, terutama jika di dalam kabinet yang tertutup. Ketika anda memindahkan DVD player anda, selalu matikan sebelum anda mencabut kabelnya, dan pindahkan secara perlahan lahan. Bagian dalam interior dari DVD player dapat rusak jika terkena sentakan. Penyakit Umum:DVD yang tidak berfungsi dan tidak mau memutar cakram Diagnosa dan Pengobatan:Kemungkinan besar lensa DVD terdapat debu. Gunakanlah peralatan pembersih DVD player pada lensa. Peralatan pembersih lainnya dapat menyebabkan goresan pada cakram – ini merupakan penyebab lain. Untuk menjaga agar cakram bebas dari goresan dan debu, simpanlah cakram tersebut pada kotaknya. Kapan memutuskan untuk mengganti:Ketika anda mencoba membersihkan DVD player tersebut dan masih tetap tidak mau memutar cakram, pertimbangkanlah untuk membeli yang baru. Meskipun toko reparasi masih mampu untuk memperbaiki problem mekanika, pada masa kini, DVD player tidak lagi menjadi barang yang mahal dan mungkin akan lebih bijaksana untuk mengganti DVD player yang telah rusak tersebut. TV Layar Datar Rata rata ketahanan:Sepuluh tahun atau lebih Cara perawatan: Jangan menyentuh layar. “Tekanan pada layar akan menyebabkan kerusakan pada pixel,” kata Robbie Baldwin, salesman TV layar datar di Best Buy di Baltimore. Komponen elektronik dapat rusak atau terbakar jika TV terlalu panas, usahakan ventilasi berfungsi sehingga dapat “mendinginkan unit,” kata Dan Wiersma, Senior Wakil Presiden dari Sony Electronics. Bersihkan debu dengan kain yang kering dan halus, jangan menggunakan penyemprot pembersih, karena dapat menyebabkan bercak pada layar. Penyakit Umum: Layar memiliki tampilan gambar yang terbakar dan tidak mau hilang, gambar juga menjadi kabur. Diagnosa dan Pengobatan:Layar plasma, terutama keluaran lama, sangat sensitive dan memiliki masalah yang mudah terbakar. Model terbaru tidak memiliki masalah yang mudah terbakar, tetapi sangat disarankan untuk mematikan TV setiap beberapa jam. Toko reparasi dapat memperbaiki dan menyetel ulang gambar yang kabur dengan harga berkisar antara USD 250 hingga USD 750 (atau berkisaran antara Rp. 2,2 juta hingga Rp. 6,5 juta), tergantung pada kerusakannya. Kapan memutuskan untuk mengganti: Televisi layar datar yang lebih dari lima tahun, dan beberapa fungsinya telah rusak, sebaiknya diganti dengan yang baru. Model baru mungkin saja akan memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga reparasinya. Ponsel (Telepon Genggam) Rata-rata ketahanan:Empat tahun. Cara perawatan:Apakah anda mengisi ulang ponsel anda lebih sering daripada anda menggosok gigi? Tenang. Baterai akan bekerja lebih efisien jika anda membiarkannya sampai habis setiap seminggu sekali atau lebih. “Hindari mengekspos ponsel anda di temperature dingin, atau langsung terkena sinar matahari, atau terlalu panas,” sehingga dapat merusak baterai, imbuh Muzib Khan, Wakil Presiden dari Pengembangan Produk dan Teknik dari Samsung. Penyakit Umum:Ponsel anda mulai bertingkah ketika teman anda baru saja memberikan alamat rumah makan dimana anda akan bertemu. Diagnosa dan Pengobatan:Baterai ponsel mulai lemah. Jika anda yakin, masalah bukan pada charger (alat pengisian), maka baterai tersebut harus diganti. Belilah beterai baru dari sumber yang terpercaya. Dalam banyak kasus, baterai dari agen yang tidak resmi, dapat “meledak” dan menyebabkan luka, kata Grant Clauser, director editorial untuk majalah E-Gear di Philadelphia. Kapan memutuskan untuk mengganti: Ponsel bermasalah yang tidak mahal, dengan masalah selain baterai yang rusak, seharusnya diganti dengan yang baru. Untuk ponsel yang mahal, usahakan untuk diperbaiki. “Jika anda tidak sengaja menjatuhkan ponsel anda ke dalam air, pereteli ponsel tersebut, dan biarkan ponsel kering selama sehari atau dua hari, dan ada kemungkinan ponsel tersebut dapat berfungsi lagi,” kata Kasey Farrar dari Nokia. Tetapi jika biaya reparasinya setengah harga dari ponsel tersebut, segera gantilah dengan yang baru. iPod Rata-rata Ketahanan:Dua atau tiga tahun Cara perawatan:Lindungi iPod anda dengan pelindung dari bahan karet. Baterai juga akan lebih awet jika anda membiarkan dan menggunakannya sampai habis, sebulan sekali sebelum anda melakukan pengisian ulang, kata Shannon Jean, pendiri dari TechRestore, pelayanan perbaikan di Concort, California. Hal ini akan memastikan baterai awet selama 12 hingga 18 bulan sebelum baterai harus diganti. Penyakit Umum:Anda berusaha untuk memainkan musik di iPad anda dan sound track pribadi anda hilang. Diagnosa dan Pengobatan:Jika iPod anda mati, usahakan untuk memasukkan ulang daftar lagu lagu anda. Usahakan agar perangkat anda selalu diperbaharui dengan perangkat lunak (software) terbaru dari laman perusahaan Apple . Jika iPod anda sama sekali tidak berfungsi, mungkin saja perangkat tersebut rusak. Memperbaikinya mungkin saja akan lebih mahal dibandingkan dengan membeli yang baru. Kapan memutuskan untuk mengganti: iPod keluaran sebelum tahun 2002, yang tidak dapat berfungsi lagi, sudah tidak berharga untuk diperbaiki, kata Jean. Biaya untuk perbaikan dan upgrade ke model akhir akan lebih mahal. Untuk edisi iPod yang terbaru, masih layak diperbaiki jika biaya perbaikannya dibawah USD 100 (Berkisar Rp. 870.000) Printer Komputer Rata-rata Ketahanan:Lima tahun atau lebih Cara perawatan:Kelembaban tinggi dapat menyebabkan kertas macet atau tinta yang tersumbat, jika anda memiliki masalah tersebut, anda perlu menggunakan printer tersebut pada ruangan ber-AC. Tutuplah printer anda dengan penutup tahan debu ketika sedang tidak digunakan, terutama jika printer tersebut terletak di dekat jendela terbuka. Lap debu yang menempel dengan kain lembut, kta Paul De Pasquale, teknisi Image 1, perusahaan perbaikan printer di Oak Park, Michigan. Penyakit Umum: Hasil printer anda terlihat seperti tidak fokus (layaknya lukisan impressionis). Atau lebih buruk lagi, seperti tes Rorschach (test psikologi) Diagnosa dan Pengobatan: Ketika hasil printer anda berbintik bintik, lepaskan tempat tintanya dan secara lembut gunakan kain halus untuk mengusap sisa sisa tinta. Jika masih tidak dapat berfungsi, gantilah tempat tintanya dengan yang baru. Jika anda memiliki printer ink-jet, bacalah manual instruksi untuk melihat apakah anda dapat membersihkan jarum printer dengna software yang telah disediakan. Kapan memutuskan untuk mengganti: Jika printer masih tidak dapat berfungsi, dan anda telah memastikan bukan karena masalah pada pengguna (seperti printer yang tidak tersambung dengan komputer secara benar), printer anda mungkin memiliki permasalahan mekanik, seperti sensor tinta yang rusak. Dalam kasus ini, “lebih baik anda membeli printer baru daripada biaya perbaikannya,” kata Calvin Green, seorang teknisi komputer di Geek Squad, toko reparasi di Philadelphia. Sumber:erabaru.net

TULISAN

AGAR BADAN LEBIH BERISI Bingung karena badan Anda selalu kurus walaupun sudah makan banyak? Menurut dr Laila Hamid, MKK, CFN dari klinik Body Looks, ada 4 faktor yang memengaruhi seseorang cenderung selalu kurus. 1. Keturunan, biasanya, bentuk tubuh diturunkan dari orang tua. 2. Kebiasaan orang tua, misalnya, pola makan dan aktivitas yang diajarkan di rumah. 3. Lingkungan. Di kantor yang sibuk, misalnya, membuat banyak karyawan sering lupa makan. 4. Penyakit, misalnya karena gangguan pencernaan dan hipertiroid. Agar badan Anda lebih berisi, ikuti tip berikut ini: 1. Prinsip menaikkan berat badan memang menambah asupan energi. Tapi, caranya bukan berarti harus lahap makan sumber lemak yang tinggi energi. Melainkan, tetap menjaga pola makan yang baik dan seimbang dengan komposisi : adalah 50% karbohidrat, 20% protein, sisanya sampai 100% barulah lemak, vitamin, mineral, dan sebagainya. 2. Asupan makanan harus sedikit lebih banyak dari kebutuhan energi Anda. Caranya sederhana: jika Anda biasa makan 6 sendok nasi, tambahlah menjadi 8 sendok. Jika biasa makan satu potong ayam, tambahlah dengan ikan. Jika biasa makan satu buah pisang, tambahlah satu buah lagi. Frekuensinya: makan pagi, siang, malam, dengan dua makan selingan antara pagi dan siang, dan antara siang dan malam. 3. Saat Anda sudah berusaha memperbaiki pola makan, namun tidak berhasil, itu saatnya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan mendetail. Mungkin saja Anda mengalami gangguan hormon, seperti hipertiroid atau sakit cacingan yang memang bisa mengganggu penyerapan gizi. Mungkin Anda perlu memeriksakan kadar hormon, dan sebagainya. 4. Obat-obat yang mengklaim bisa menaikkan berat badan, harus dikonsultasikan dengan dokter. Obat seperti itu biasanya bersifat merangsang nafsu makan. Namun, ada pula yang membuat tubuh menimbun cairan dalam tubuh dan bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam waktu lama. Sumber:femina.co.id

Tugas Akuntansi Internasional

BAB I PENDAHULUAN Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor. Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai. Namun tidak sedikit permasalahan yang timbul dari pengunaan jasa perusahaan leasing, kita sebagaia masyarakat harus selektif dalam memilih leasing yang bertanggungjawab serta jelas keberadaanya. Selain itu juga hati-hati terhadap pihak bank yang akan mengurus masalah cicilan berjangka sampai angsuran pembelian barang lewat leasing itu lunas. Seperti issue berikut ini akibat dari debitur (pihak yang meminjam) sama sekali tidak curiga dengan pihak kreditur (pemberi pinjaman). Gugatan “Terbelit Leasing Alpard Bermasalah” Hanya sebentar hati Arita Riahati Panjaitan berbunga-bunga menikmati mobil anyar idamannya, Toyota Alphard. Setelah itu, ia pusing tujuh keliling. Selain mobilnya disita polisi, Arita dan suaminya, Herman Garcia L. Tobing, digugat pula secara perdata. Perempuan 47 tahun itu pun merutuk-rutuk. ''Apes aku. Kalau tahu bakal begini, tak mau aku ambil leasing sama Bank Panin,'' katanya kesal. Mobil mewah yang diperoleh lewat fasilitas kredit Bank Panin itu ternyata bermasalah. Surat-suratnya, baik STNK (surat tanda nomor kendaraan) maupun BPKB (buku pemilik kendaraan bermotor), tak jelas juntrungannya. Karena itulah, Arita menyetop angsuran dan meminta Bank Panin selaku kreditur membereskan dulu surat-surat mobil yang diduga hasil penggelapan oleh pihak dealer tersebut. Tapi Bank Panin tetap keukeuh menuntut debitur mengangsur pinjamannya. Persoalan ini pun bergulir ke meja hijau. Bank Panin, melalui pengacara Muchlis Azwar Alamsyah, menggugat Herman dan Arita ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tergugat dituntut membayar tunggakan pinjaman plus bunga dan denda, yang totalnya Rp 253,85 juta. Herman dan Arita melakukan perlawanan hukum melalui pengacara Edemarau Purba. Dalam gugatan rekonvensinya, Edemarau meminta majelis hakim menyatakan batal demi hukum semua perjanjian kredit kliennya dengan Bank Panin itu serta menghukum tergugat rekonvensi mengembalikan uang cicilan yang telah disetor sebesar Rp 459 juta, plus bunganya 2,5% per bulan, terhitung pembayaran angsuran terakhir pada Desember 2006. ''Kami juga meminta majelis hakim meletakkan sita jaminan (conservatoir beslaag) atas harta kekayaan tergugat rekonvensi sebesar nilai uang yang telah disetor klien kami, ditambah seluruh bunganya,'' kata Edemarau Purba kepada Gatra. Penggugat rekonvensi sekalian minta majelis menghukum tergugat rekonvensi membayar kerugian imateriil Rp 1 milyar. Menjelang Lebaran lalu, setelah bersidang tujuh bulan, majelis hakim yang diketuai Sugeng Ryono memutus perkara tersebut dengan ''posisi draw''. Gugatan kedua pihak ditolak. Sayang, salinan putusan itu belum diserahkan kepada pihak-pihak yang berseteru. Upaya wartawan Gatra Sukmono Fajar, yang mencoba menelusurinya di panitera pengadilan, juga nihil. Sedangkan Sugeng belum bis dihubungi. Atas putusan itu, Edemarau menyatakan kecewa dan banding. ''Klien saya tidak bersalah. Sepatutnya gugatan rekonvensi dikabulkan, sehingga paling tidak uangnya (yang telah dibayarkan tersebut) bisa kembali,'' kata Edemarau. Pihak Panin juga banding. Malah, kabarnya, Muchlis tengah menyusun gugatan baru. Terhadap strategi lawan ini, ''Kami siap menghadapi,'' tutur Edemarau. Sumber:gatra.com BAB II PEMBAHASAN Kasus leasing bermasalah itu mulai membelit Herman dan Arita sejak Oktober 2005. Mulanya Arita --ibu tiga anak warga Serang, Banten-- kepincut Toyota Alphard. Herman, sang suami yang dokter spesialis, mendukung hasrat sang istri. Mereka menemukan mobil idaman itu lewat iklan baris di koran nasional terbitan September 2005. Mobil built-up 100% anyar itu ditawarkan Sunjaya Motor. Arita tertarik dan menelepon showroom mobil di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, itu. Keesokan harinya, pegawai Sunjaya Motor bernama Lusy mendatangi Herman dan Arita di kediaman mereka di Serang. Lusy tak dapat menunjukkan dokumen mobil keluaran tahun 2005 tersebut, dengan alasan sedang diurus di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bersama delapan unit Alphard lainnya. Lusy hanya menyebutkan nomor mesin dan nomor rangka serta harga mobil yang dipatok seharga Rp 575juta. Herman dan Arita percaya saja. Apalagi, Lusy mengatakan dapat membantu mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Panin, yang dikatakannya punya hubungan baik dan sudah lama menjadi mitra Sunjaya Motor. Dalam pikiran calon debitur tersebut, Bank Panin yang punya nama besar tak mungkinlah gegabah mengucurkan kredit untuk pembiayaan objek yang bermasalah. Masih pada bulan September itu, Lusy kemudian datang lagi ke rumah Arita bersama pegawai Bank Panin bernama Heri. Pada kesempatan itu, Heri menegaskan bahwa Bank Panin akan ikut serta mengurus surat-surat kendaraan tersebut yang menjadi tanggung jawab pihaknya. ''Heri juga mengatakan, kalau surat mobil tidak dapat diurus pihak bank (Panin), kredit pasti ditolak,'' kata Edemarau Purba. Herman dan Arita pun setuju, lalu membayar uang muka ke pihak Sunjaya Motor sebesar 25%, Rp 143.750.000, dengan cara melego mobil Suzuki XL7 dan Suzuki APV milik mereka ke pihak Sunjaya. Kedua mobil ini dihargai Rp 215 juta. Kekurangannya, Rp 431.250.000, ditutup dengan kredit yang dikucurkan Bank Panin Cabang Puri Niaga Jakarta pada 27 Oktober 2005 dan ditransfer langsung ke rekening Sunjaya. Bulan demi bulan berlalu, surat-surat mobil itu belum juga beres. Satu-satunya ''identitas'' yang jadi pegangan adalah selembar surat tilang palsu, yang menyebutkan bahwa STNK mobil ditahan karena pelanggaran lalu lintas. Tak ayal, mobil anyar tersebut hanya diparkir di halaman rumah. Lucunya, meski identitas belum beres, mobil itu mendapat polis asuransi dari PT Asuransi Multi Artha Guna. Selain itu, sudah resmi pula dijadikan jaminan fiducia oleh kreditur. Herman dan Arita yang tadinya happy mulai gundah. Kendati begitu, Herman masih mencicil pinjaman berjangka waktu dua tahun itu sampai angsuran ke-15. Karena surat-surat mobil tak juga jelas, akhirnya Arita minta suaminya menyetop angsuran. Konsekuensinya, Herman di blacklist oleh bank Indonesia atas laporan pihak bank Panin. Atas desakan debitur, pihak Bank Panin mengakui ada masalah dengan surat-surat mobil itu, dan dealer-nya sudah tutup. Anehnya, dealer-nya disebutkan Terminal Mandiri Mobil, bukan Sunjaya Motor. Bank Panin menyanggupi mengurus surat-surat dimaksud dengan biaya tambahan Rp 250 juta yang ditanggung berdua bersama debitur. Herman dan Arita menolak. Suami-istri ini kemudian melaporkan status mobil itu ke Polda Metro Jaya. Ternyata mobil Alphard itu milik warga Surabaya yang digelapkan Sunjaya Motor. Pada 16 November 2007, mobil itu pun disita Polda Metro dari tangan Herman. Polisi masih melacak keberdaan Sunjaya Motor. Atas segala macam kejanggalan ini, Herman dan Arita mengaku tak habis pikir, termasuk atas sikap Bank Panin yang tidak proaktif melaporkan Sunjaya Motor ke polisi. Ketika dikonfirmasi Putri Mira Gayatri dari Gatra, pihak Bank Panin tidak mau berkomentar. ''Kasus ini sudah dilimpahkan ke pengadilan,'' kata Jasman Ginting, Corporate Secretary Bank Panin. Semula, lantaran tak mau pusing, Herman dan Arita merelakan uang pangkal dan cicilannya amblas. Mereka pun bermaksud melupakan musibah itu. ''Mungkin belum rezeki kami,'' kata Arita. Tapi, karena pihak Bank Panin ngotot menagih tunggakannya dan menempuh jalur hukum, Herman dan Arita pun berang dan siap meladeni. ''Ayo aja, akan kami hadapi sampai di mana pun,'' ujar Arita, mantap. Sumber:gatra.com BAB III KESIMPULAN Hanya sebentar hati Arita Riahati Panjaitan berbunga-bunga menikmati mobil anyar idamannya, Toyota Alphard. Setelah itu, ia pusing tujuh keliling. Selain mobilnya disita polisi, Arita dan suaminya, Herman Garcia L. Tobing, digugat pula secara perdata. Perempuan 47 tahun itu pun merutuk-rutuk. ''Apes aku. Kalau tahu bakal begini, tak mau aku ambil leasing sama Bank Panin,'' katanya kesal. Bulan demi bulan berlalu, surat-surat mobil itu belum juga beres. Satu-satunya ''identitas'' yang jadi pegangan adalah selembar surat tilang palsu, yang menyebutkan bahwa STNK mobil ditahan karena pelanggaran lalu lintas. Tak ayal, mobil anyar tersebut hanya diparkir di halaman rumah. Lucunya, meski identitas belum beres, mobil itu mendapat polis asuransi dari PT Asuransi Multi Artha Guna. Selain itu, sudah resmi pula dijadikan jaminan fiducia oleh kreditur. Herman dan Arita menolak. Suami-istri ini kemudian melaporkan status mobil itu ke Polda Metro Jaya. Ternyata mobil Alphard itu milik warga Surabaya yang digelapkan Sunjaya Motor. Pada 16 November 2007, mobil itu pun disita Polda Metro dari tangan Herman. Polisi masih melacak keberadaan Sunjaya Motor. Dari kasus penggelapan mobil di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwasannya kita harus lebih berhati-hati pada perusahaan leasing yang menawarkan berbagai macam barang dengan harga yang mahal dan cicilannya yang katanya diurus dan “dipertanggungjawabkan” oleh nama bank besar namun malah lari dari permasalahan. Oleh karena itu selektiflah dalam memilih leasing dan mitra bank yang dapat dipercaya dan direkomendasikn oleh banyak orang. Karena apabila tidak selektif, apakah kita ingin menjadi korban sepeti diatas. Tentunya apabila mengambil suatu barang harus jelas surat-surat maupun sertifikat yang menunjang keLegalan barang tersebut agar tidak akan da lagi korban selanjutnya.